Home Media PMI / TKI Peringatan Dalam Rangka Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Peringatan Dalam Rangka Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

37
0
SHARE
 Peringatan Dalam Rangka  Hari  Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Keterangan Gambar : Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

mediaLABOUR.com - Jakarta -  Dalam rangka memperingati bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggelar Indonesia Conference & Competition of Occupational Safety and Health (OSH). Adapun kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan dan memperkuat inovasi terhadap pelaksanaan K3, terutama di tengah perubahan masyarakat dan revolusi industri yang kian melesat.

"Kemnaker mendorong semua pihak agar terus menerus mempromosikan K3 dalam rangka meningkatkan perlindungan pekerja dan keberlangsungan usaha untuk mendorong produktivitas, " ujar Direktur Pengawasan Norma K3, Ghazmahadi dalam keterangan tertulisnya.

Dalam upaya memperkuat budaya K3, Ghazmahadi menjelaskan pemerintah memahami perannya sebagai regulator untuk mendukung kegiatan-kegiatan yang dapat memberikan perlindungan bagi pekerja dan buruh, serta keberlangsungan usaha.

"K3 adalah salah satu isu yang mampu menjembatani kedua kepentingan ini. K3 bahkan adalah kunci untuk meningkatkan produktivitas," katanya.

Ghazmahadi menilai budaya K3 harus dijadikan suatu mindset yang senantiasa dikembangkan. Oleh karena itu, dia berharap agar masyarakat dapat tergerak untuk mulai menerapkan budaya K3 yang sederhana, mudah, dan murah.

Lebih lanjut dia mencontohkan, budaya K3 dapat dilakukan dengan membersihkan tempat kerja satu kali satu hari secara teratur. Hal ini dapat mendorong penurunan jumlah pekerja/buruh yang sakit karena terpapar debu, terjatuh karena lantai licin, dan lain-lain.

"Ujungnya, pekerja/buruh bisa terus bekerja, keluarga senang. Di sisi lain, proses produksi terus berjalan, keuntungan datang, pengusaha pun riang, " terangnya.

Diungkapkan Ghazmahadi, pemerintah telah memiliki kebijakan perlindungan tenaga kerja yang efektif dan efisien dengan turut melibatkan unsur pekerja/buruh atau serikat pekerja/serikat buruh demi mempercepat pelaksanaan budaya K3. Yakni melalui penerapan K3 yang terintegrasi dengan sistem manajemen K3 yang terukur, terstruktur, dan terintegrasi atau yang sering dikenal dengan penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3).

"Penerapan SMK3 dilaksanakan agar upaya pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja dapat terwujud dan peningkatan produktivitas juga akan tercipta, sehingga budaya K3 melekat pada setiap individu yang terlibat dalam perusahaan, " paparnya.

Dia menegaskan, peningkatan jaringan dan kerja sama dengan stakeholder baik dalam maupun luar negeri, merupakan satu kebutuhan untuk mengatasi persoalan ketenagakerjaan tidak dapat dilakukan sendirian, terlebih di masa pandemi.

"Kita sudah melakukan terobosan dengan inovasi-inovasi baru terhadap pelaksanaan K3 untuk terus ditingkatkan dan diperkuat di tengah perubahan masyarakat dan revolusi industri yang kian melesat, " pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Lembaga Pengembangan SDM Prima Karya Kemnaker, Hermanto menambahkan pihaknya juga mendorong agar jejaring dan kerja sama semua pihak dapat terwujud di tingkat leadership/kepemimpinan pada level pelaksanaan/ implementasi, baik di perusahaan, kampus, maupun di tempat lainnya.

Sebagai informasi, Indonesia Conference & Competition OSH bertemakan 'Penerapan Sistem manajemen K3 Menghadapi Revolusi Industri 4.0' merupakan kolaborasi Kemnaker dengan PT Wahana Kendali Mutu. Kegiatan ini digelar secara virtual pada 30-31 Maret 2021 dan dihadiri oleh 300 peserta dari 50 perusahaan yang telah tersertifikasi Sistem Manajemen K3 (SMK3). Indonesia Conference & Competition OSH menampilkan beragam acara, mulai dari sesi diskusi panel soal SMK3 dan Penerapan K3 Menghadapi Era 4.0, Forum Manajemen K3, Presentasi Kompetisi K3, serta Kuis Cepat Tepat Norma K3 yang akan diikuti perwakilan perusahaan peserta (sumber Detik News)

Passompe."