Home Media PMI / TKI KISAH PILU MAEMUNAH, PMI ASAL INDRAMAYU, TERSANDERA LEBIH KURANG 2,5 TAHUN

KISAH PILU MAEMUNAH, PMI ASAL INDRAMAYU, TERSANDERA LEBIH KURANG 2,5 TAHUN

220
0
SHARE
KISAH PILU MAEMUNAH, PMI ASAL INDRAMAYU, TERSANDERA LEBIH KURANG 2,5 TAHUN

Keterangan Gambar : PMI Maemunah yg di sandera majikan

mediaLABOUR.com - Jakarta  lagi -  lagi praktek perbudakan menimpa PMI asal Indramayu di Malaysia, Maemunah, membawa mimpi besarnya ke negara jiran, dengan harapan dapat mengangkat perekonomian keluarganya, namun nasib berkata lain, terjebak pada majikan yang salah, kini tersandera selama kurang lebih 2,5 tahun. 
Kini nasibnya sangat bergantung pada pemerintah Republik Indonesia, dalam hal ini Kementrian Tenaga Kerja dan BP2MI, untuk dapat segera mengambil tindakan agar dapat segera terbebas dari cengkraman majikan yang tidak memiliki hati nurani, memperlakukan manusia layaknya budak, bertindak bar-bar menginjak harkat dan martabat manusia dengan merampas segala hak-hak yang seharusnya menjadi hak Maemunah. 

Maemunah, perempuan kelahiran 7 Februari 1992, asal Desa Pringgacale, Kec. Karangampel, Indramayu. Berangkat secara non prosedural, masuk melalui jalur tikus, melalui Batam, dalam kunjungan wisata, disalurkan oleh bandar tenaga kerja, Ibu Uci. 

Maemunah juga mendapat perlakuan tidak manusiawi, sejak awal bekerja, selain bekerja hampir 20 jam dalam sehari, ironisnya, dia juga hanya mendapat makan sekali dalam sehari, hal ini dia sampaikan secara Sembunyi-sembunyi ketika ada kesempatan untuk dapat menghubungi salah satu LSM yang ada di Indonesia. 

Maemunah, bukan tidak ingin  mengakhiri pekerjaan ini, tapi karena tersandera oleh majikan, sehingga tidak mampu berbuat apa-apa, bahkan oleh majikannya disampaikan kalau dia sudah terbeli, hal ini tentu bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan. 

Pihak keluarga, melalui lembaga Swadaya pemerhati buruh migran (APTKI-HAM) memohon agar nasibnya diperhatikan, hal ini juga sudah disampaikan secara langsung kepada Menteri Tenaga Kerja dan Kepala Badan BP2MI dan sudah ada respon. 

Melalui Kementerian tenaga kerja, telah melakukan komunikasi kepada pihak terkait, khususnya KBRI di Malaysia, agar dapat segera mengambil tindakan kemanusiaan untuk segera membebaskan PMI Maemunah dari majikannya yang beralamat di Jln. Batu Nilamno No 26, Bandar Bukit Tinggi, Selangor  No telp 016.616332 atas nama Ping, majikan Maemunah. 

Harapan tentu ditujukan kepada pejabat yang berwenang, nasib anak bangsa yang membawa mimpinya untuk dapat memperbaiki kehidupan perekonomian keluarganya, nyaris terkubur sia-sia selama kurang lebih 2,5 tahun, berangkat sejak tahun 2018 hingga kini, harapan Maemunah tentu juga menjadi harapan kita bersama, agar dapat segera terbebas dari cengkraman sang majikan.

Daeng Amin