Home Media PMI / TKI Total 895 CPMI Sudah Terbang ke Korea, Ini Pesan CPMI Fajar

Total 895 CPMI Sudah Terbang ke Korea, Ini Pesan CPMI Fajar

Total 895 CPMI Sudah Terbang ke Korea, Ini Pesan CPMI Fajar

SHARE
Total 895 CPMI Sudah Terbang ke Korea, Ini Pesan CPMI Fajar

Keterangan Gambar : Total 895 CPMI Sudah Terbang ke Korea, Ini Pesan CPMI Fajar

mediaLABOUR.com Depok, BP2MI (4/2/2022) - Pelepasan Penempatan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) skema program Government to Government (G to G) Korea, gelombang ke-16 telah dilaksanakan di Wisma Hijau, Depok, Kamis (3/2/2022).

CPMI program  G to G Korea gelombang ke-16 ini berjumlah 63 orang, yang terdiri dari 25 CPMI reguler di sektor manufaktur, dan 38 CPMI re-entry di sektor manufaktur dan perikanan. Sejumlah 3 CPMI gelombang ke-16 telah mengajukan KTA BNI sebagai wujud implementasi dari  Pembebasan Biaya Penempatan PMI. Total pelepasan CPMI G to G Korea gelombang 16 ini telah mencapai 895 CPMI. .

Kepala Badan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, menjelaskan alasan tertundanya keberangkatan CPMI ke Korea.

Tertundanya keberangkatan program G to G Korea adalah murni karena pandemi virus Covid-19. Benny juga meluruskan bahwa penutupan negara tujuan adalah wewenang masing-masing negara, bukan pada wewenang BP2MI. Fakta yang terus ditegaskan kepada para CPMI G to G Korea.

“CPMI berhak marah dan mencaci maki di media sosial, bahkan netizen menyerang ke akun pribadi keluarga saya. Sebagai pejabat publik, saya maklumi hal tersebut, tetapi yang saya sesalkan, beberapa dari akun tersebut ternyata bukan CPMI.”  tuturnya.

Lanjut dalam penjelasannya, setelah BP2MI melakukan penelusuran, terindikasi bahwa sebagian dari akun provokator tersebut adalah pihak-pihak yang dirugikan oleh kebijakan Benny setelah menjabat sebagai kepala BP2MI. 

”Akun-akun provokator tersebut mewakili sindikat perdagangan manusia dan ijon rente, atau disebut juga rentenir. Mereka memanfaatkan kondisi dan situasi pandemi yang penuh dengan simpang siur informasi.” tegas Benny meluruskan tuduhan dari akun yang memfitnah, bahwa BP2MI sengaja menghambat penempatan CPMI G to G Korea.

Fajar, salah satu dari CPMI G to G Korea asal Cirebon, menyatakan bahwa dirinya menunggu kepastian keberangkatan dengan galau.

“Sekarang galau saya sudah terobati. Saya ikut berkomentar dalam medsos BP2MI, menanyakan terus hasil dari segala pertemuan yang dilakukan BP2MI dengan pihak-pihak terkait, kami khawatir jika menunggu terlalu lama untuk masa depan kami, banyak waktu yang terbuang, sebuah hal yang tidak tergantikan oleh uang sekalipun.” ujarnya.

Setelah mendapat penjelasan dari Benny bersama dengan 63 CPMI G to G Korea yang lain, Fajar menyadari, bahwa situasi lalu yang tidak menentu mengakibatkan dirinya juga ikut terprovokasi untuk menyalahkan pemerintah atas penundaan keberangkatan Program G to G Korea.

“Setelah mendengar penjelasan dari pemerintah, yaitu Pak Benny beserta jajarannya, saya paham bahwa prosedur yang dilakukan pemerintah sudah jelas, kita menjadi paham bahwa pemerintah juga berjuang untuk keberangkatan kita. Ini juga menjadi pesan bagi teman-teman lain yang sedang berharap.” tutupnya. (Humas/MH/MIF/BJG)